Senin, 28 Juli 2014

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -Berangkat dari tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap anak pada tahun-tahun terakhir di Kabupaten Lembata, Pemerintah Kabupaten Lembata bekerja sama dengan Plan Internasional Unit Lembata, Rabu (23/7/2014), merayakan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Lembata di Hadakewa Lebatukan. Tercatat dalam tiga tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap anak di Lembata meningkat drastis. Pada tahun 2012 tercatat ada tujuh belas kasus, lima kasus diantaranya adalah kasus kekerasan seksual. Pada tahun 2013 tercatat 23 kasus dan empat diantaranya adalah kasus kekerasan seksual. Sementara pada tahun 2014, keadaan Juni tercatat 31 kasus, dimana empat kasus di antaranya adalah kasus kekerasan seksual. Tingginya jumlah kasus ini mendorong Pemda dan Plan Internasional menjadikan momentum HAN sebagai titik kebangkitan untuk anak-anak Lembata. Kegiatan yang terpusat di Kecamatan Lebatukan, ini bertujuan meningkatkan partisipasi anak-anak dalam pemenuhan hak-hak dasar, mendorong anak agar dapat tumbuh kembang sesuai etika dan moral bangsa serta melatih anak agar berani berkomunikasi dan kritis. Kegiatan ini juga bertujuan menggugah orang tua, guru, pemerintah dan semua pihak terkait lain untuk menghormati dan berusaha maksimal memenuhi hak-hak dasar anak. Kegiatan ini mengikutsertakan sekolah se-kecamatan Lebatukan yang dilaksanakan selama dua hari dari Selasa (22/7/2014), sampai Rabu (23/7/2014). Berbagai acara dan lomba digelar dari karnaval, pentas seni budaya, demonstrasi hidup sehat hingga apel peringatan. Hadir dalam apel peringatan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur yang bertindak sebagai pembina upacara. Tampak hal berbeda dan menarik pagi itu, selain Bupati Lembata yang bertindak sebagai pembina upacara, semua petugas apel lainnya adalah anak-anak SD yang tampil berani, menarik sehingga upacara berjalan hikmat. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan serta menghimbau semua elemen terkait untuk menyadari dan berusaha mendorong terpenuhinya hak-hak dasar anak-anak Lembata. "Hari ini saya sangat bergembira karena berada di tengah anak-anak Lembata yang juga kelihatan bergembira semuanya. Tekad kita adalah menghentikan semua bentuk kekerasana terhadap anak-anak Lembata. Kasus-kasus kekerasan yang terjadi terhadap anak menunjukkan bahwa kita belum optimal memberi perhatian terhadap hak anak-anak kita. Hari ini adalah momentum kebangkitan anak-anak Lembata dan momentum kesadaran semua elemen terkait untuk berusaha maksimal memenuhi hak dasar anak. Stop kekerasan terhadap anak, mari kita kawal bersama agar jangan ada lagi kekerasan terhadap anak-anak Lembata", kata Bupati.(humas pemkab lembata/adv)

Jumat, 03 Agustus 2012

LEWOLEBA, POS KUPANG.Com -- Alexius Rehi Karangora, S.H ,ketua kelompok kerja (Pokja) sosialisasi Komisi pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata, terpilih sebagai Ketua KPU Kabupaten Lembata. Alex menggantikan Wilhelmus Panda Mana Apa, S.Ip yang mengundurkan diri.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com, Alex terpilih dalam pleno KPU Kabupaten Lembata di Kantor itu, Minggu (24/4/2011) sekitar pukul 22.00 Wita. Dalam pleno itu, Alex Rehi dan Satria Wulan Betekeneng diusulkan kemudian terjadi pemilihan. Dipandu Sekretaris KPU Kabupaten Lembata, Adrianus Satu, BA, Rehi akhirnya terpilih dengan perimbangan suara 3:2 atas Betekeneng.

Rehi yang dihubungi, Senin (25/4/2011) malam, membenarkan hal itu dan mengatakan hasil pleno itu diajukan ke KPU Propinsi NTT untuk diproses lebih lanjut.

Editor Sipri Seko

Senin, 19 Maret 2012

Penembakan terhadap lima orang yang diduga teroris diyakini bisa mendongkrak citra pariwisata Bali di dunia internasional.

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Teroris Ansyaad Mbai menegaskan lima orang yang ditembak mati oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 di Bali, Minggu (18/3) malam, adalah teroris. Mereka menargetkan toko emas, money changer, dan kafe di Bali sebagai sasaran teror.

"Itu teroris, jaringannya banyak. Terkait dengan jaringan (perampok bank) CIMB di Medan (pada 2010), ada juga jaringan Solo, dan ada beberapa tempat lagi yang belum bisa saya sebutkan," ujar Ansyaad dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR, kemarin.

Menurutnya, kelima orang itu sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi. Mereka membiayai aksi-aksi teror dari hasil merampok dan menjadikan Bali sebagai sasaran berikutnya. "Sasarannya ada di Bali, pokoknya di Bali. Ini kan sudah tiga bulan diikuti, bukan ujug-ujug seperti itu," jelas Ansyaad.

Namun, ia mengatakan Bali masih aman. Ansyaad berharap penggerebekan tersebut bisa memberikan rasa aman bagi turis lokal maupun mancanegara.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi juga memastikan bahwa mereka yang ditembak merupakan kelompok teroris, salah satunya DPO kasus CIMB Medan berinisial HN, 32, asal Bandung, Jawa Barat. "Mereka masuk Bali untuk merampok di beberapa tempat," jelasnya di Kantor Polda Bali, kemarin.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, pelaku telah memetakan tiga tempat sebagai sasaran teror. "Targetnya lebih dari tiga, tapi yang dipetakan yakni sebuah money changer (PT Bali Money Changer, Jl Sriwijaya, Kuta), toko emas (di Jl Uluwatu, Jimbaran), dan Cafe Lavida Loca."

Penembakan terhadap pelaku terjadi di Jalan Gunung Sapotan, Denpasar, dengan korban HN dan AG, 30, warga Jimbaran. Adapun tiga orang yakni UH alias Kapten, DD, 27, asal Bandung, dan M alias Abu Hanif, 30, asal Makassar, Sulsel, ditembak di Jl Danau Poso, Sanur, Denpasar.

Tindakan tegas dilakukan Densus 88 karena mereka melawan saat hendak ditangkap. Sempat terjadi adu tembak sebelum pelaku yang masuk ke Bali pada 17 Maret 2012 itu dilumpuhkan. Aparat menyita dua pucuk pistol jenis FA, dua magasin, 48 butir peluru kaliber 9 mm, dan penutup wajah.

Jenazah korban dibawa ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diautopsi. Sebelum ditembak, pelaku yang sempat singgah di Hotel Laksmi, Sanur, memesan empat perempuan untuk diajak kencan.

Hingga kemarin, aktivitas warga maupun wisatawan di lokasi penembakan berlangsung seperti biasa. Praktisi pariwisata Bali I Gusti Kadek Heryadi Angligan justru menilai keberhasilan polisi menembak teroris sebelum beraksi itu itu bisa mendongkrak citra pariwisata di Pulau Dewata. "Wisatawan internasional akan berpikir aparat kita sigap mengantisipasi terorisme," jelasnya.

Di sisi lain, pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo menyatakan penembakan lima teroris di Bali kuat terindikasi sebagai upaya pengalihan isu. "Dari daftar nama yang dirilis polisi, beberapa memang buronan teroris yang selama ini dicari. Namun, kuat dugaan penyergapan ini dipakai sebagai upaya mengalihkan isu, entah itu soal BBM yang bakal naik atau yang lain," tukasnya.

Mardigu juga mempertanyakan tewasnya mereka, padahal dalam penyergapan hanya ada dua senjata api jenis FN yang disita. Hal senada dilontarkan pengamat intelijen Wawan Purwanto. (HZ/RS/OL/EM/X-16)

Rita Ayuningtyas, rita@mediaindonesia.com

Jumat, 24 Februari 2012

LEWOLEBA--MICOM: Kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di wilayah 7 Maret, Kelurahan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Jumat (24/2), nyaris merambat dan membakar gereja St Maria Baneux Lewoleba dan rumah penduduk serta sejumlah ruko.

Aparat kepolisian resor Lembata dibantu warga yang bergerak cepat akhirnya memadamkan kobaran api yang telah menghanguskan rumah tersebut dalam hitungan menit.

Api diduga berasal dari lilin yang dipasang diatas kursi plastic berwarnah hijau. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Bediona Philipus, anggota DPRD Kabupaten Lembata yang rumahnya bersebelahan dengan rumah yang terbakar mengatakan, kobaran api dan asap berasal dari dalam kamar.

"kebetulan saat listrik mati beberapa jam, pemlik rumah pasang lilin di atas kursi plastik di kamar. Lilin tersebut lupa dimatikan dan menghanguskan rumah ini," ujarnya. (OL-11)

Jumat, 19 Agustus 2011

Kamis, 18 Agustus 2011 | 22:31 WITA

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Anggota Polri di Polres Lembata yang kedapatan tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) diberi hukuman 10 kali push up dan diberi tenggang waktu satu minggu untuk mengurusnya.
Disaksikan Pos Kupang, Selasa (16/8/2011) pagi, seluruh anggota Polres Lembata termasuk kapolres dan para perwira diperiksa bagian provost.


Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yang diperiksa adalah panjang rambut, kesesuaian seragam, kartu tanda anggota (KTA), kartu tanda penduduk (KTP) dan surat izin mengemudi (SIM).
Kepada puluhan anggota yang tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA), Kapolres Lembata, AKBP Martin Johanis, langsung menegur dengan memberi perintah paling lama satu minggu semua sudah punya KTA.


Sementara Wakapolres Lembata, Kompol Giyarto langsung memberi sanksi 10 kali push up. Mendengar perintah wakapolres, puluhan anggota polisi yang belum memiliki KTA serentak melakukan aksi push up sesuai perintah.


Kasubag Humas Polres Lembata, Aipda Rajab Wuakero kepada Pos Kupang di sela-sela pemeriksaan itu, mengatakan, para anggota yang tidak memiliki kelengkapan itu sebenarnya sudah diperingatkan berulang kali, namun hingga hari itu belum memiliki KTA. Karena itu, demikian Wuakero, anggota-anggota itu selain diberi kesempatan untuk mengurus KTA, juga akan diberi sanksi yang tegas.


“Kepolisian Resor (Polres) Lembata selalu menggelar operasi rutin bagi seluruh anggota kepolisian. Operasi rutin ini dilakukan setiap bulan di Mapolres Lembata,” katanya.
Editor : Bildad Lelan »» Penulis : EDY BAU »» Sumber : POS KUPANG CETAK

Rabu, 10 Agustus 2011

Rabu, 10 Agustus 2011 | 23:21 WITA

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Para peserta Sail Indonesia kesulitan mendapatkan air bersih atau air kran di Kota Lewoleba. Ini terbukti dari pengalaman dua peserta Sail Indonesia, Mr. Jeff bersama isterinya.


Pada Selasa (9/8/2011) siang sekitar pukul 12.00 Wita, Mr. Jeff dan isterinya menenteng tas besar. Keduanya tampak berjalan sambil menoleh ke kiri dan ke kanan mencari kalau-kalau ada kran yang ada airnya untuk diambil.


Ternyata, tas yang mereka tenteng itu berisi botol-botol air yang hendak diisi. Tiba di depan Kantor Pemasaran SKH Pos Kupang dan FloresStar keduanya menemukan kran air lalu meminta izin untuk mengambilnya. Keduanya sempat bertanya, air di kran ini berasal dari mana, apakah air ini bisa langsung diminum atau tidak. Setelah diberi penjelasan, keduanya hanya mengangguk dan mengatakan air yang diambil itu hanya untuk membasuh muka dan tangan ketika mereka berada di atas kapal.


Dalam bahasa Indonesia yang sepotong-sepotong, keduanya mengisyaratkan kalau di Kota Lewoleba sangat sulit mendapatkan air kran. “Susah ya dapat air?” kata Mr. Jeff.
Setelah botol-botol berukuran sedang dalam tasnya terisi penuh dengan air, keduanya baru beranjak pergi sambil tak lupa mengucapkan terima kasih dan membeli jajanan kepada anak-anak yang mengerumuni mereka.


Sebelumnya, Senin (8/8/2011) siang, Daniel, pramuwisata dari Dinas Pariwisata yang bertugas menjelaskan tempat-tempat di Lewoleba sempat kewalahan saat para bule menanyakan air tempat mencuci. Tidak kehilangan akal, Daniel pun menunjukkan air tempat tukang ojek mencuci sepeda motor di samping pelabuhan laut Lewoleba.
Editor : Bildad Lelan »» Penulis : EDY BAU »» Sumber : POS KUPANG CETAK

Sabtu, 06 Agustus 2011

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Sebanyak tiga pelajar pria di Port Klang, Selangor, ditangkap polisi karena beramai-ramai memperkosa seorang sales girl. Situs harian The Star, Sabtu (6/8/2011) memberitakan, salah seorang tersangka masih berusia 13 tahun.

Dia bersama dua pelajar berusia 15 dan 16 tahun, memperkosa sales girl cantik, yang malang itu di teras sebuah rumah di Port Klang, kota pelabuhan tidak jauh dari Kuala Lumpur.

Para pelajar tersebut ditangkap Selasa petang. Salah seorang pelaku berpura-pura hendak mengantar sales girl yang sebelumnya sudah dikenal itu ke tempat kerja.

Alih-alih diantar ke tempat kerja, pelaku membawa korban ke sebuah rumah kosong di mana dua orang temannya menunggu. Korban berusaha melarikan diri tetapi terpojok hingga akhirnya dia diperkosa secara bergiliran oleh para pelajar bejat itu.

Seorang juru bicara Ibu Pejabat Polis (Polsek) Klang Utara menjelaskan, para tersangka ditahan hingga Senin (8/8/2011) depan untuk dimintai keterangan.

Pemilik rumah yang dijadikan lokasi kejahatan juga sudah dimintai keterangan. Para pelajar tersebut diketahui masih akfit bersekolah. (Thestaronline.com/Iwan Santosa)

Sample Text

"Selamat Datang,Terima Kasih Atas Kujungan Anda"

Popular Posts

Text Widget



"Selamat Datang,Terima Kasih Atas Kujungan Anda"